METRO — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (HIMAPAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (UM) Metro sukses menyelenggarakan kegiatan Kajian Iftor Ramadhan pada Sabtu (7/3/2026). Bertempat di Masjid Baitul Hikmah, Kampus 3 UM Metro, acara yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB ini mengusung tema “Bersama dalam Ukhuwah, Bertumbuh dalam Iman di Bulan Ramadhan”.
Kegiatan ini dihadiri dengan penuh antusias oleh para mahasiswa Pendidikan Agama Islam FAI UM Metro. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Fikri Al Ayubi, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sambutan.
Ketua Panitia Pelaksana Fajar dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persaudaraan antar mahasiswa di lingkungan kampus. “HIMAPAI adalah rumah kita, maka kita harus mempererat ukhuwah di sini. Seperti pesan agama bahwa innamal mu’minuuna ikhwah, setiap orang yang beriman adalah saudara,” ujarnya.
Baca Juga : BRI Region 5 Bandar Lampung Buka Bersama Warga Rawa Subur, Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadan

Senada dengan hal tersebut, Ketua HIMAPAI UM Metro, Fatur Rohman, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan kerja sama seluruh jajaran panitia sehingga agenda ini dapat terealisasi. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi mampu memberikan manfaat besar bagi peningkatan iman dan takwa, serta semakin mempererat tali ukhuwah islamiyah di bulan yang penuh berkah.
Memasuki agenda inti, Ustadz Muslihudin, S.Kom.I selaku pemateri menyampaikan tausiah mendalam mengenai pentingnya koreksi diri (muhasabah) selama menjalankan ibadah di bulan suci. Ia mengingatkan bahwa ibadah puasa, qiyamul lail (tarawih), dan tilawah Al-Qur’an harus senantiasa dilandasi dengan keimanan agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda, sebagaimana disabdakan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Ustadz Muslihudin juga mengajak para mahasiswa untuk meneladani semangat para salafus shalih, seperti Aswad bin Yazid dan Qatadah, yang ibadahnya justru semakin intens dan berkali-kali mengkhatamkan Al-Qur’an ketika mendekati akhir bulan Ramadhan.
Di sisi lain, ia turut mengkritik sikap-sikap yang dapat mengikis, bahkan merusak pahala puasa. “Hindari sikap munafik seperti berpuasa tetapi tetap bergunjing atau memfitnah yang ibarat memakan daging saudara sendiri. Begitu juga dengan kebiasaan tidur berlebihan atau kurangnya tilawah. Mari lakukan muhasabah harian agar ibadah kita tidak berujung sia-sia,” pesannya tegas.
Baca Juga : Panduan Singkat Pelaksanaan Shalat Gerhana (Khusuf/Kusuf)
Kajian ini berlangsung sangat interaktif dengan dibukanya sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut hangat oleh para mahasiswa. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Muslihudin, dengan harapan agar Ramadhan tahun ini menjadi bulan yang benar-benar dimaksimalkan kehadirannya oleh seluruh umat Islam. Secara keseluruhan, acara Kajian Iftor Ramadhan berjalan dengan lancar dan tertib hingga waktu berbuka puasa tiba. (Sarah, Sekum HIMAPAI)
